Asam merupakan zat yang memiliki
sifat-sifat yang spesifik, misalnya memiliki rasa asam, dapat merusak permukaan
logam juga lantai marmer atau sering disebut dengan korosif. Asam juga dapat
bereaksi dengan logam dan menghasilkan gas hydrogen, sebagai indicator
sederhana terhadap senyawa asam, dapat dipergunakan kertas lakmus, dimana asam
dapat mengubah kertas lakmus biru menjadi merah.
Basa
merupakan zat yang memiliki sifat-sifat yang spesifik, seperti licin jika
mengenai kulit dan terasa getir serta dapat merubah kertas lakmus merah menjadi
biru.
Ciri-Ciri umum larutan asam yaitu :
- Terasa masam
- Bersifat korosif
- Dapat memerahkan kertas lakmus biru
- Larutan dalam air dapat mengantarkan arus listrik
- Menyebabkan perkaratan logam (korosif)
Ciri-ciri umum larutan basa yaitu :
- Rasanya pahit
- Bersifat licin
- Dapat membirukan kertas lakmus merah
- Larutan dalam air dapat mengantarkan listrik
- Jika mengenai kulit, maka kulit akan melepuh (kaustik)
MENURUT ARRHENIUS
Dengan demikian, pelarutan asam atau basa ke dalam air akan menggeser reaksi swaionisasi air.
Contoh asam menurut teori Arrhenius adalah HCl. HCl bila dilarutkan kedalam air akan menghasilkan H+ dan Cl- sesuai reaksi
contoh basa menurut adalah KOH. KOH bila dilarutkan ke dalam air akan menghasikan K+ dan OH- sesuai reaksi:
Walaupun teori Arrhenius berhasil mengungkapkan beberapa kasus, tetapi memiliki keterbatasan. Selain hanya memandang aspek reaksi asam-basa di dalam pelarut air, juga pembentukan ion H+ atau ion OH‑ merupakan kekhasan teori asam-basa Arrhenius. Artinya jika suatu reaksi tidak membentuk ion H+ atau ion OH‑ tidak dapat dikatakan sebagai asam atau basa.
MENURUT BRONSTED-LOWRY
Johannes Bronsted dan Thomas Lowry
pada tahun 1923, menggunakan asumsi sederhana yaitu: Asam memberikan ion H+
pada ion atau molekul lainnya, yang bertindak sebagai basa. Contoh, disosiasi
air, melibatkan pemindahan ion H+ dari molekul air yang satu dengan
molekul air yang lainnya untuk membentuk ion H3O+ dan OH-
2H2O(l) → H3O+(aq)
+ OH–(aq)
HCl(g) + 2H2O(l) → H3O+(aq)
+ Cl(aq)
Sebagai sebuah proton, ion H+
memiliki ukuran yang lebih kecil dari atom yang terkecil, sehingga tertarik ke
arah yang memiliki muatan negatif yang ada dalam larutan. Maka, H+ yang
terbentuk dalam larutan encer, terikat pada molekul air. Model Brønsted, yang
menyebutkan bahwa ion H+ ditransfer dari satu ion atau molekul ke
yang lainnya, ini lebih masuk akal daripada teori Arrhenius yang menganggap
bahwa ion H+ ada dalam larutan encer.
Dari pandangan model Brønsted,
reaksi antara asam dan basa selalu melibatkan pemindahan ion H+ dari
donor proton ke akseptor proton. Asam bisa merupakan molekul yang netral.
HCl(g) + NH3(aq) → NH4+(aq)
+ Cl–(aq)
Bisa ion positif
NH4+(aq) + OH–(aq)
→ NH3(aq) + H2O(l)
Atau ion negatif
H2PO4–(aq)
+ H2O(l) → HPO42–(aq) + H3O+(aq)
Senyawa yang mengandung hidrogen
dengan bilangan oksidasi +1 dapat menjadi asam. Yang termasuk asam Brønsted
adalah HCl, H2S, H2CO3, H2PtF6,
NH4 +, HSO4- , and HMnO4. .Basa Brønsted
dapat diidentifikasi dari struktur Lewis. Berdasarkan model Brønsted, sebuah
basa adalah ion atau molekul yang dapat menerima proton. Untuk memahami
pengertian ini, lihat pada bagaimana suatu basa seperti ion OH menerima proton.
H2PO4-
(aq) + H2O(l) → HPO42–(aq) + H3O+(aq)
MENURUT LEWIS
Pada umumnya definisi asam-basa
mengikuti apa yang dinyatakan oleh Arrhenius atau Bronsted-Lowry, tapi dengan
adanya struktur yang diajukan Lewis muncul definisi asam dan basa baru.
Asam Lewis didefinisikan sebagai
spesi yang menerima pasangan elektron.
Basa Lewis didefinisikan sebagai
spesi yang memberikan pasangan elektron.
Sehingga H+ adalah asam
Lewis, karena ia menerima pasangan elektron, sedangkan OH- dan NH3
adalah basa Lewis, karena keduanya adalah penyumbang pasangan elektron. Yang
menarik dalam definisi asam Lewis adalah, terdapat senyawa yang tidak memiliki
hidrogen dapat bertindak sebagai asam. Contoh, molekul BF3. Jika
kita menentukan struktur Lewis dari BF3, tampak B kurang dari oktet
dan dapat menerima pasangan elektron., sehingga dapat bertindak sebagai asam
Lewis Dalam kenyataan molekul yang tidak mencapai oktet sering merupakan asam
Lewis yang kuat karena molekul tersebut dapat mencapai konfigurasi oktet dengan
menerima pasangan elektron tak berikatan. Senyawa yang termasuk dalam perioda
yang lebih bawah dari perioda dua dapat bertindak sebagai asam Lewis sangat
baik, dengan memperbanyak susunan valensi terluar mereka. Akibatnya, SnCl4
bertindak sebagai asam Lewis berdasarkan reaksi berikut:
SnCl4 +
2Cl-( aq) → SnCl 62-
Atom pusat dikelilingi 12 elektron
valensi, elektronnya menjadi lebih banyak dari 8.
Kekurangan asam-basa Arrhenius, Bronsted-Lowry, dan Lewis
1.
Arrhenius
a. Teori Arrhenius hanya dapat menjelaskan reaksi yang
terjadi pada air saja, tidak dapat menjelaskan reaksi dengan pelarut air.
b. Teori Arrhenius tidak mampu menjelaskan alasan beberapa
senyawa yang mengandung H atau hidrogen
yang memiliki biloks
atau bilangan
oksidasi +1 (contoh : HCl) yang larut dalam pelarut air untuk membentuk larutan
yang bersifat asam, sedangkan yang lain seperti CH4 tidak.
c. Teori Asam Basa Arrhenius memiliki kelemahan yaitu
tdak dapat menjelaskan alasan mengapa suatu senyawa yang tidak memiliki ion
OH-, contoh Na2CO3 memiliki sifat dan karakteristik seperti basa.
d. tidak dapat menerangkan sifat-sifat CO2 dan NH3
d. tidak dapat menerangkan sifat-sifat CO2 dan NH3
Teori Bronsted-Lowry memiliki
kelemahan yaitu tidak mampu menjelaskan alasan suatu reaksi asam dengan basa
dapat terjadi tanpa adanya transfer proton dari yang bersifat asam ke yang
bersifat basa
3.
Lewis
Teori Lewis memiliki kelemahan
yaitu hanya mampu menjelaskan asam-basa yang memiliki 8
ion atau
Permasalahan :
1.
Bagaimana menerangkan sifat-sifat
CO2 dan NH3 yang menjadi kelemahn dari asam-basa Arrhenius?
2.
Bagaimana menjelaskansifat BF3 dan
AlCl3 dalam teoti bronsted-lowry?
oktet.
mengapa dalam teori arhenius hanya dapat menjelaskan reaksi nya pada air saja,tidak dapat menjelaskan reaksi nya dengan pelarut air
BalasHapuskarena pada konsep arrhenius menerangkan pada senyawa yang terpisah atau terurai menjadi bagian ion-ion dalam larutan. Dia menjelaskan bagaimana kekuatan asam dalam larutan aqua (air) tergantung pada konsentrai ion-ion hidrogen di dalamnya.
BalasHapuscara menerangkan sifat-sifat CO2 dan NH3 yang menjadi kelemahn dari asam-basa Arrhenius dapat dilakukan dengan mereaksikan masing" senyawa dengan air dimana akan membentuk H2CO3 yg bersifat asam,dan amonium hidroksida yg bersifat basa.
BalasHapusok,,,mkin ada tmn yg mau mnambahkan lgi,,
Bagaimana pengaruh asam basa terhadap suatu senyawa ?
BalasHapussemoga membantu
BalasHapusBagaimana menjelaskansifat BF3 dan AlCl3 dalam teoti bronsted-lowry?
jawab : pada reaksi
BF3 + F-–> BF4-
Reaksi ini melibatkan koordinasi boron trifluorida pada pasangan elektron bebas ion fluorida. Menurut teori asam basa Lewis, BF3 adalah asam. Untuk membedakan asam semacam BF3 dari asam protik (yang melepas proton, dengan kata lain, asam dalam kerangka teori Arrhenius dan Bronsted Lowry), asam ini disebut dengan asam Lewis. Boron membentuk senyawa yang tidak memenuhi aturan oktet, dan dengan demikian adalah contoh khas unsur yang membentuk asam Lewis.
makasih jawabannya. ;)
Hapus